sister school with singapore
31 January 2010 20:16:31
Sister School with Singapore
Terkait dengan keberadaan program RSBI, sekolah kita harus memenuhi tuntutan dari rambu-rambu yang ada yakni harus punya partner yang namanya sister school di luar negeri. Dosman memilih Singapura sebagai partner kita, secara Singapura merupakan Negara yang memiliki pendidikan paling maju di ASEAN.
“Secara prinsip proses pembelajaran disana sama dengan proses pembelajaran kita sehari-hari”, ujar bapak Drs. I Made Subali. Hanya saja disana siswanya jauh lebih disiplin. Tidak hanya di kelas atau di lingkungan sekolah, melainkan juga di luar lingkungan sekolah. Proses belajar mengajar disana dimulai pukul 08.00 sampai pukul 17.00 waktu setempat. Begitu bel berbunyi, tidak ada satu siswa pun yang berkeliaran di luar kelas. Disana setiap siswa memiliki ID Card elektronik, so mereka tidak bisa sembarangan keluar-masuk ruangan. Bahkan ke toilet pun harus menggunakan ID Card tersebut.
Dari pertama masuk sekolah, siswa sudah dikelompokkan baik dengan cara tes tulis maupun interview. Proses pembelajaran disana hampir sama dengna kita disini, hanya saja mereka ditunjang fasilitas yang lebih baik daripada kita. Paradigma pembelajaran disana adalah apa yang mereka pikirkan, mereka tulis. Kemudian apa yang mereka tulis, mereka komunikasikan dengan cara presentasi.
Pendidikan disana mendapat perhatian yang sangat besar dari pemerintah. Siswa disana tidak ada yang membawa motor atau mobil. Mereka diantar oleh orang tuanya. Sehingga lingkungan sekolah menjadi bersih dan tidak ada masalah mengenai parkir, karena yang ada hanya beberapa kendaraan milik guru-guru.
Dari segi pembiayaan, sekolah disana memperoleh bantuan yang besar dari pemerintah, sedangkan kita disini memang dapat bantuan dari pemerintah tapi masih banyak juga meminta bantuan dari orang tua siswa.
Siswa disana memiliki peranan yang sangat penting dalam proses pembelajaran. Disana juga terdapat organisasi siswa semacam OSIS. Melalui organisasi ini setiap siswa diberikan kebebasan dalam menyampaikan pendapatnya selama tidak menyimpang dari tata tertib sekolah. Mekanisme kerjanya juga hampir sama dengan OSIS di sekolah kita, misalnya ada yang membidangi lomba-lomba, ekstrakurikuler dan sebagainya. Disana ekskul KIR adalah extra yang paling menonjol, karena disana lebih ditekankan pada penelitian di lapangan.
Di kalangan guru disana ada semacam sharing antara guru mata pelajaran sejenis yang disebut dengan Lesson Study. Dimana masing-masing guru menyiapkan segala sesuatunya sebelum mereka mengajar, menentukan strategi pembelajaran dan memecahkanb permasalahan yang ditemukan dalam mengajar.
“Jika kita bandingkan antara Singapura dan Dosman, disana mereka memiliki culture yang lebih baik daripada kita disini. Sehingga pantaslah pendidikan disana lebih maju, dibandingkan dengan di Negara kita khususnya Dosman”, ujar Gusti made Mertanadi.
Kita ingin mencontoh beberapa hal dari sekolah disana, misalnya kebersihan dan kedisiplinan. Tahun ajaran 2008/2009 ini, dosman akan mengadakan gebrakan No Letter di lingkungan sekolah kita, sehingga sekolah kita akan nampak lebih bersih. Sedangkan dari segi kedisiplinan kita diharapkan dapat disiplin terhadap waktu. Sekolah kita akan mencoba untuk menerapkan kedisiplinan di Dosman. Untuk itu Pak Subali berharap suatu saat, sebagai sekolah yang cerdas di bidang Science, siswa Dosman juga harus dapat berperilaku yang baik, sehingga ngga Cuma nyetak orang-orang pinter dalam science tapi juga nyetak orang-orang yang berbudi pekerti yang baik. Okey…….